Rabu, 20 November 2013

bodoh

Bodoh...
Bertahun-tahun, nafas ini berhembus entah untuk siapa...
Sesal ini jatuh pada hatiku yang telak kalah dari logikaku...

Semua berjalan sesuai keingininan egoku..
Pemikiran manusia yang terkesan kosong perasaan..
Kosong akan kasih sayang...

Kemana tuhan??
Hilangkah ia dari hari-hariku??

Ku Tanya dalam-dalam...
Mencari kembali rasa syukurku...
Tapi semua benar-benar hilang...
Hilang tenggelam dalam rautku yang kini kelam...

Tak terucap syukurku,
Syukur akan waktu...
Syukur akan rindu...
Kenanganku...
Nafasku...
Keistimewaanku...
Senyumanku...

Sadarku, yang terdekat denganku adalah kematianku sendiri,...
Entah kapan dia dating, entah kapan dia sapa aku dalam teduh...

Aku hanya menunggu,
Hanya terpaku,
Menatapi setiap detik waktuku,

Musim semi bawa aku dalam sepi,
Angin riuh menjemput sunyi,
Kembalikan hangatnya mentari,
Ku sisipkan kerinduanku yang semakin mendalam...

Terpaku ku tatap pelangi...
Jingganya lukiskan anganku yang tersenyum dalam kesepian...
Ku paksakan sanggupku untuk menahan sejuta rinduku padamu...

Aku mencoba bertanya,
Kapan waktuku kan dating?
Biarkan aku di jemput oleh kesunyian itu...
Bila saja aku bertahan..
Apa mungkin kau kembali?
Sanggupkah aku berbalik dan meniti jalan kembali?

Detik demi detik ku hilang,
Tak dapat kau hentikan...
Setiap langkahku, hatiku berbisik dalam doa...
Memohon pada tuhan agar akhiri ini semua,

Biarkan saja aku pergi...

Ingin aku tinggalkan semua duka ini,

by: CP mwahmwahmwah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar