Bodoh...
Bertahun-tahun,
nafas ini berhembus entah untuk siapa...
Sesal
ini jatuh pada hatiku yang telak kalah dari logikaku...
Semua
berjalan sesuai keingininan egoku..
Pemikiran
manusia yang terkesan kosong perasaan..
Kosong
akan kasih sayang...
Kemana
tuhan??
Hilangkah
ia dari hari-hariku??
Ku
Tanya dalam-dalam...
Mencari
kembali rasa syukurku...
Tapi
semua benar-benar hilang...
Hilang
tenggelam dalam rautku yang kini kelam...
Tak
terucap syukurku,
Syukur
akan waktu...
Syukur
akan rindu...
Kenanganku...
Nafasku...
Keistimewaanku...
Senyumanku...
Sadarku,
yang terdekat denganku adalah kematianku sendiri,...
Entah
kapan dia dating, entah kapan dia sapa aku dalam teduh...
Aku
hanya menunggu,
Hanya
terpaku,
Menatapi
setiap detik waktuku,
Musim
semi bawa aku dalam sepi,
Angin
riuh menjemput sunyi,
Kembalikan
hangatnya mentari,
Ku
sisipkan kerinduanku yang semakin mendalam...
Terpaku
ku tatap pelangi...
Jingganya
lukiskan anganku yang tersenyum dalam kesepian...
Ku
paksakan sanggupku untuk menahan sejuta rinduku padamu...
Aku
mencoba bertanya,
Kapan
waktuku kan dating?
Biarkan
aku di jemput oleh kesunyian itu...
Bila saja aku bertahan..
Apa
mungkin kau kembali?
Sanggupkah
aku berbalik dan meniti jalan kembali?
Detik
demi detik ku hilang,
Tak
dapat kau hentikan...
Setiap
langkahku, hatiku berbisik dalam doa...
Memohon
pada tuhan agar akhiri ini semua,
Biarkan
saja aku pergi...
Ingin
aku tinggalkan semua duka ini,
by: CP mwahmwahmwah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar